Mutiara Kata

Betapa beruntungnya mereka yang meninggal ketika bayi. Terlahir dengan jiwa suci, kembali dengan jiwa bersih. Disana..keindahan terindah telah menunggunya

Namun lebih beruntung mereka yang terlahir dan menjalani hidup sesuai dengan titah Allah, mereka bisa bertualang di segala alam.

 

 

 

Makna dari sebuah persahabatan sejati telah terlukis dalam sketsa kehidupan. Seperti dongeng ikan dan kuda laut nan bersahabat dengan gelombang, seperti cerita pohon-pohon nan meneduhkan tangis bayi-bayi binatang, dan seperti kisah batu cadas nan memberikan sepenggal kenangan luka pada telapak kaki sang petualang.

 

 

 

Jangan merasa bersalah jika masih berjalan di jalan Allah, dan jangan merasa terluka menghadapi orang-orang nan sedih karena terlalu mencintai dunia.

Harta, tahta, dan manusia adalah bagian dari dunia. Seorang muslim tak layak larut dalam kesedihan karena kehilangan semua itu.

 

 

Mata dunia memandang insan ada setelah tiada, dan dari ada kembali ke tiada. Ada ibarat menanam dan tiada ibarat menuai.

Kualitas hasil yang akan dituai akan ditentukan oleh tingkat keikhlasan seseorang dalam bertindak.

 

 

 

Jubah malam selalu menyimpan kebijaksanaan. Namun tidak banyak insan nan mampu memakai jubah itu, karena insan terlalu percaya kepada mata kepalanya sehingga pandangan mata jiwanya terabaikan.

Kelam malam terkadang menyimpan sinar benderang

 

 

Janganlah merasa kecewa ketika apa yang kita dapatkan tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan, karena terkadang sesuatu yang kita harapkan itu bukanlah yang terbaik untuk kita.

Lebih baik, syukurilah apa-apa yang telah kita dapatkan.

 

 

 

 

Kerinduanku terjamah oleh cahaya cinta yang berada di atas pucuk tertinggi pohon cinta. Ketika kesucian cinta itu menaungi helaan nafasku, rinduku pun tak berbekas.

 

 

 

 

Tarian Daun tak mampu redakan tangis Embun, yang meronta dilecut cemeti Pagi. Hanya belaian Angin yang bisa membantunya mendekap Bumi dan tegar menantang Siang.

 

 

 

Malam meratap ketika cahaya Bulan makin meredup. Bintang menangis saat Fajar berlari mengejar Pagi. Namun, Langit selalu tersenyum mengikuti langkah detik dan menit. Walaupun kerinduannya mendalam terhadap Bumi.

 

 

 

Rajutlah tirai Malam, agar kau bisa memaknai segala liku perjalanan hidupmu. Bersama kelam, kutitipkan Cahaya Mataku agar pancaran auramu mampu menembus dimensi Waktu.

 

 

 

Jangan kau sambut tarian Cinta yang mendekatimu. Sebelum kau menggenggam Cinta kepada Tuhanmu dengan kokoh.

)

 

 

 

Tatapan Bulan sabit memaku gerakan Waktu, sehingga kita harus terhenti disini. Perjumpaan telah memaknai satu goresan kehidupan, namun perpisahan menguraikannya menjadi kenangan. Kini saatnya sauh diangkat dan Kapal harus segera berlayar. Sebelum Waktu kembali bergerak, Aku harus meninggalkan mu.

 

 

 

Pohon Cinta berdiri dengan akar yang merambat dan akanmenjadi kokoh apabila memiliki akar tunggang yang menghunjam ke jantung Bumi. Pohon Cinta menjadi rindang dengan ribuan daun, dahan, dan ranting apabila kecintaan kepada Tuhan yang menjadi pucuk tertingginya.

 

 

 

Rentak Angin membius tubuh Kayu, sehingga Api melumatnya menjadi Abu. Beningnya Samudera kenangan menyaruku untuk mencari dongeng Ikan yang bersahabat dengan Ombak. Agar ku paham makna sebuah Persahabatan nan sejati.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s